Jumat, 13 Desember 2013

Cerminan ketertiban materi


Didasari dengan niat ikhlas, kegiatan Asistensi Al Islami Kemuhammadiyahan yang berlangsung di Gadog Ciawi Bogor ini dapat berjalan dengan tertib dan peserta merasakan kenyamanan 8karena sistem yang diterapkan hampir sama dengan metode belajar di kampus bukan dengan sistem militer yang biasa dijumpai pada pelatihan tingkat akademik.



Keikut sertaan mahasiswa yang terpilih dalam kegiatan Asistensi Al Islami Kemuhammadiyahan ( AIK ) di rasa menyenangan didukung dari kenyaman. Hal ini terlihat dari fasilitas yang di berikan kepada para mahasiswa yang menjadi peserta,pemandangan tersebut memperlihatkan bahwa sebuah tugas mulia harus bisa di muliakan juga, menurut ma’mun murod.
Terlepas dari semua itu pemberian materi sebagai pembekalan awal para peserta AIK sendiri tidak kalah menariknya seperti berisikan materi tentang etika kultur Muhammadiyah, Ideology Gerakan dan Strategi Perjuangan Muhammadiyah, Pengembangan Diri dan Seni Memfasilitasi, Sejarah dan Dinamika Gerakan Pembaruan dan Pemilihan Islam, Metode Menghafal Al Quran, Metode Belajar Al Quran dan Aqidah.
Selain melihat berbobotnya materi yang disampaikan, didukung pula oleh pengisi materi yang merupakan dosen pilihan seperti Muhammad Nasih selaku dosen konsentrasi ilmu politik yang mengisi materi tentang metode menghafal Al Quran, metode belajar Al Quran.
Dosen yang terkenal dengan kredibilitas dan system pengajaran yang ketat dalam setiap mata kuliahnya seperti diadakannya kegiatan membaca Al Quran sebelum dimulai kegiatan perkuliahan yang tentunya sudah mengenal dan dapat memahami karakteristik mahasiswa melihat metode pengajaran kesehariannya. Beliau pun juga menjadi salah satu mentor dalam seleksi proses screening sebagai tanda lulusnya mahasiswa yang telah mendaftarkan diri menjadi peserta AIK ini.
Dengan konsep pemberian materi yang bersifat komunikasi dua arahmenekankan peserta untuk dapat aktif berintraksi seperti menjawab pertanyaan yang diberikan pemateri sebagai tanda bahwa mereka memahami materi yang disampaikan.
Ketertiban menjadi nilai tambah dari kegiatan ini. Peserta dapat mengikuti materi dan kegiatan yang sudah dijadwalkan dari awal hingga akhir dengan tertib karena pada dasarnya mereka diniati dan didasari dengan  hati ikhlas tanpa adanya paksaan. Terlihat dari jadwal yang telah disusun dapat diikuti sesuai dengan porsi waktu dan isi materi.
Menariknya diadakan pula kegiatan olahraga bermain bola bersama yang menjadi kegemaran peserta pria di lapangan yang terletak dibelakang villa untuk menghibur dan menjernihkan peserta setelah mengikuti rentetan materi yang diberikan.
“Saya mengikuti kegiatan ini karena saya ingin membantu teman yang belum fasih membaca dapat belajar bersama sehingga mahasiswa FISIP semua sama rata dapat memahami, membaca serta menghafal surat-surat dalam al quran. Didasari dengan niat ikhlas dan semoga apa yang kami lakukan mendapat aspresiasi dari teman-teman di kampus nanti”. Tutur Muhammad Thoha mahasiswa Ilmu Politik.
Hal ini merupakan cerminan “Tri Darma Perguruan Tinggi” yakni pada poin pengabdian yang akan dilakukan peserta dalam mengemban tugas mulia membantu teman-teman dikampus pada nantinya. Pengabdian tidak hanya dapat dilakukan setelah lulus dari kampus nanti saja tetapi melalui kegitan inilah bentuk pengabdian dilakukan oleh peserta pada kegiatan AIK ini.
Semoga peserta hasil pelatihanAsistensi Islami Kemuhammadiyahan ( AIK ) dapat memberikan kontribusi membantu mahasiswa dalam proses belajar dan menghafal Al Quran sebagai prasyarat diperbolehkannya melakukan sidang skripsi untuk dapat memperoleh gelar sarjana strata satu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar