Didasari dengan niat ikhlas, kegiatan Asistensi Al Islami Kemuhammadiyahan yang berlangsung di Gadog Ciawi Bogor ini dapat berjalan dengan tertib dan peserta merasakan kenyamanan 8karena sistem yang diterapkan hampir sama dengan metode belajar di kampus bukan dengan sistem militer yang biasa dijumpai pada pelatihan tingkat akademik.
![]() |
Keikut sertaan mahasiswa yang terpilih dalam kegiatan Asistensi Al Islami Kemuhammadiyahan ( AIK ) di rasa menyenangan
didukung dari kenyaman. Hal ini terlihat dari
fasilitas yang di berikan kepada para mahasiswa yang menjadi peserta,pemandangan
tersebut memperlihatkan bahwa sebuah tugas mulia harus bisa di muliakan juga,
menurut ma’mun murod.
Terlepas
dari semua itu pemberian materi sebagai pembekalan awal
para peserta AIK sendiri tidak kalah menariknya seperti berisikan
materi tentang etika kultur Muhammadiyah, Ideology Gerakan dan Strategi
Perjuangan Muhammadiyah, Pengembangan Diri dan Seni Memfasilitasi, Sejarah dan Dinamika
Gerakan Pembaruan dan Pemilihan Islam, Metode Menghafal Al Quran, Metode
Belajar Al Quran dan Aqidah.
Selain melihat
berbobotnya materi yang disampaikan, didukung pula oleh pengisi materi yang
merupakan dosen pilihan
seperti Muhammad Nasih
selaku dosen konsentrasi ilmu politik yang mengisi materi tentang metode
menghafal Al Quran, metode belajar Al Quran.
Dosen yang terkenal
dengan kredibilitas dan system pengajaran yang ketat dalam setiap mata
kuliahnya seperti diadakannya kegiatan membaca Al Quran sebelum dimulai
kegiatan perkuliahan yang tentunya sudah mengenal dan dapat memahami
karakteristik mahasiswa melihat metode pengajaran kesehariannya. Beliau pun
juga menjadi salah satu mentor dalam seleksi proses screening sebagai tanda
lulusnya mahasiswa yang telah mendaftarkan diri menjadi peserta AIK ini.
Dengan konsep pemberian
materi yang bersifat komunikasi dua arahmenekankan
peserta untuk dapat aktif berintraksi seperti menjawab pertanyaan yang
diberikan pemateri sebagai tanda bahwa mereka memahami materi yang disampaikan.
Ketertiban menjadi nilai tambah dari kegiatan ini. Peserta dapat mengikuti
materi dan kegiatan yang sudah dijadwalkan dari awal hingga akhir dengan tertib
karena pada dasarnya mereka diniati dan didasari dengan hati ikhlas tanpa adanya paksaan. Terlihat
dari jadwal yang telah disusun dapat diikuti sesuai dengan porsi waktu dan isi
materi.
Menariknya diadakan pula kegiatan olahraga bermain bola bersama yang
menjadi kegemaran peserta pria di lapangan yang terletak dibelakang villa untuk
menghibur dan menjernihkan peserta setelah mengikuti rentetan materi yang
diberikan.
“Saya mengikuti kegiatan ini karena saya ingin membantu teman yang belum
fasih membaca dapat belajar bersama sehingga mahasiswa FISIP semua sama rata
dapat memahami, membaca serta menghafal surat-surat dalam al quran. Didasari
dengan niat ikhlas dan semoga apa yang kami lakukan mendapat aspresiasi dari teman-teman
di kampus nanti”. Tutur Muhammad Thoha mahasiswa Ilmu Politik.
Hal ini merupakan cerminan “Tri Darma Perguruan Tinggi” yakni pada poin
pengabdian yang akan dilakukan peserta dalam mengemban tugas mulia membantu
teman-teman dikampus pada nantinya. Pengabdian tidak hanya dapat dilakukan
setelah lulus dari kampus nanti saja tetapi melalui kegitan inilah bentuk
pengabdian dilakukan oleh peserta pada kegiatan AIK ini.
Semoga peserta hasil pelatihanAsistensi
Islami Kemuhammadiyahan ( AIK ) dapat memberikan kontribusi membantu mahasiswa dalam
proses belajar dan menghafal Al Quran sebagai prasyarat diperbolehkannya
melakukan sidang skripsi untuk dapat memperoleh gelar sarjana strata satu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar